Pembaca tercinta, kami akan menggunakan izin cookie yang sesuai untuk memastikan situs web kami beroperasi dengan normal agar dapat memberi konten khusus yang lebih cocok untuk Anda dan juga memastikan Anda mendapatkan pengalaman membaca terbaik. Jika ada yang sesuai, Anda dapat mengubah izin Anda pada entri pengaturan Cookie di bawah ini.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Tambahkan Innovel ke halaman utama untuk menikmati novel terbaik.
Pembaca tercinta, kami akan menggunakan izin cookie yang sesuai untuk memastikan situs web kami beroperasi dengan normal agar dapat memberi konten khusus yang lebih cocok untuk Anda dan juga memastikan Anda mendapatkan pengalaman membaca terbaik. Jika ada yang sesuai, Anda dapat mengubah izin Anda pada entri pengaturan Cookie di bawah ini.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Pengaturan cookies anda
Pengaturan cookies ketatSelalu aktif
MISI DI BALIK BAYANGAN
UMUR UNTUK MEMBACA 18+
Nicky Lalendra
Action
ABSTRAK
Bab 1: Hutan Kalimantan yang Membisu
Kapten Viktor, 28 tahun, berdiri tegak di tengah rimbunnya hutan Kalimantan. Matahari pagi menyinari wajahnya yang tegas, dihiasi bekas
luka kecil di atas alis kirinya – tanda kehebatannya di medan perang. Sebagai pemimpin pasukan khusus elit Kopassus, karirnya gemilang. Strategi dan taktiknya yang
jenius telah mengantarkannya pada kesuksesan dalam berbagai operasi militer, membuatnya dihormati dan disegani oleh seluruh anggotanya.
Di tangannya, tergenggam kompas dan peta medan operasi yang sudah usang, namun tetap terawat dengan rapi.
Hari ini, misi pembebasan Sandra, seorang ahli geologi yang diculik oleh kelompok separatis di
pedalaman Kalimantan, menjadi prioritas utama. Duabelas prajurit Kopassus terbaik, pasukan yang dipimpinnya, siap sedia di sekitarnya.
Mereka adalah bayangan maut, terlatih dalam berbagai teknik tempur dan survival.
Viktor memeriksa peralatan timnya satu persatu. Senjata standar mereka adalah Senapan Serbu
SS2-V4 buatan Pindad, dengan amunisi cadangan yang tersimpan rapi dalam tas ransel mereka. Setiap prajurit juga dilengkapi dengan pistol
Glock 17 sebagai senjata cadangan. Sebagai pemimpin, Viktor sendiri membawa senjata andalannya, Senapan Runduk SPR-3 buatan
Pindad, yang presisi dan jangkauannya tak perlu diragukan lagi. Selain senjata api, mereka juga membawa pisau komando, parang, dan golok –
senjata tradisional yang terbukti efektif di medan hutan. Peralatan pendukung lainnya seperti GPS,
radio komunikasi, perlengkapan medis, dan alat survival juga terpasang dengan baik di setiap perlengkapan.
Viktor, ahli dalam silat Merpati Putih, Judo, dan Jujutsu, memimpin timnya dengan tenang. Ia
mengajarkan mereka untuk bergerak seperti bayangan, memanfaatkan medan hutan sebagai
perlindungan, dan mengandalkan insting serta kemampuan bela diri mereka.
Hutan Kalimantan yang sunyi seolah menyimpan misteri. Suara kicau burung dan serangga
bercampur dengan dedaunan yang bergesekan, menciptakan simfoni alam yang mencekam. Viktor merasakan setiap langkahnya, setiap
hembusan angin, setiap perubahan suhu udara. Ia tahu, bahaya mengintai di setiap sudut hutan ini. Misi pembebasan Sandra tidak akan mudah