Pembaca tercinta, kami akan menggunakan izin cookie yang sesuai untuk memastikan situs web kami beroperasi dengan normal agar dapat memberi konten khusus yang lebih cocok untuk Anda dan juga memastikan Anda mendapatkan pengalaman membaca terbaik. Jika ada yang sesuai, Anda dapat mengubah izin Anda pada entri pengaturan Cookie di bawah ini.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Tambahkan Innovel ke halaman utama untuk menikmati novel terbaik.
Pembaca tercinta, kami akan menggunakan izin cookie yang sesuai untuk memastikan situs web kami beroperasi dengan normal agar dapat memberi konten khusus yang lebih cocok untuk Anda dan juga memastikan Anda mendapatkan pengalaman membaca terbaik. Jika ada yang sesuai, Anda dapat mengubah izin Anda pada entri pengaturan Cookie di bawah ini.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Pengaturan cookies anda
Pengaturan cookies ketatSelalu aktif
Gairah CEO Impoten
UMUR UNTUK MEMBACA 18+
Pidela
NewAdult
ABSTRAK
"Sialan! Kenapa masih tidak bisa?!"
.
Gilang Admaja menggeram frustrasi, menghempaskan punggungnya ke kursi kebesaran CEO. Di usianya yang ke-31, dia memiliki segalanya: kekuasaan, ketampanan, dan kekayaan yang tak habis tujuh turunan. Namun, ada satu rahasia kelam yang menghancurkan harga dirinya—aset berharganya tak pernah sekalipun berdiri tegak. Layar monitornya selalu menyajikan adegan panas, puluhan wanita panggilan paling mahal telah dia bayar, tetapi segalanya tetap 'mati' tanpa gairah.
.
Gilang mulai percaya dirinya benar-benar bernasib malang. Sampai hari itu tiba.
.
Tok, tok.
.
"Pak Gilang, ini berkas laporan yang Bapak minta," suara lembut mengalihkan perhatiannya.
.
Sekar Anggini masuk dengan kemeja kancing tertutup rapat hingga leher dan rok span di bawah lutut. Tampak luar, dia hanyalah sekretaris sok polos yang membosankan. Namun, saat Sekar membungkuk meletakkan dokumen, mata Gilang tak sengaja menangkap lekuk tubuh yang tersembunyi di balik pakaian longgar itu. d**a yang terlampau berdesakan dan pinggul berbobot yang begitu menggoda.
.
Seketika, darah Gilang mendidih. Sebuah sengatan panas menjalar cepat ke area bawah perutnya—perasaan asing yang tak pernah dia rasakan seumur hidupnya. Asetnya yang selama ini mati, mendadak bangkit keras dan menegang hebat!
.
Gilang berdiri, melangkah pelan memotong jalan keluar Sekar, lalu mengunci pintu ruangannya.
.
"P-Pak Gilang? Ada apa?" Sekar mundur ketakutan, dadanya naik turun dengan gairah yang tanpa sadar terpancar dari matanya.
.
Gilang tersenyum miring, menatap sekretarisnya dengan tatapan lapar yang sanggup melumat. "Ternyata selama ini aku tak butuh wanita berpengalaman, Sekar... Aku hanya butuh kepolosanmu untuk berada di atas ranjangku."
.
Apakah Sekar sanggup menahan gairah panas sang CEO yang akhirnya berhasil terbangun dari tidur panjangnya?