Pembaca tercinta, kami akan menggunakan izin cookie yang sesuai untuk memastikan situs web kami beroperasi dengan normal agar dapat memberi konten khusus yang lebih cocok untuk Anda dan juga memastikan Anda mendapatkan pengalaman membaca terbaik. Jika ada yang sesuai, Anda dapat mengubah izin Anda pada entri pengaturan Cookie di bawah ini.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Tambahkan Innovel ke halaman utama untuk menikmati novel terbaik.
Pembaca tercinta, kami akan menggunakan izin cookie yang sesuai untuk memastikan situs web kami beroperasi dengan normal agar dapat memberi konten khusus yang lebih cocok untuk Anda dan juga memastikan Anda mendapatkan pengalaman membaca terbaik. Jika ada yang sesuai, Anda dapat mengubah izin Anda pada entri pengaturan Cookie di bawah ini.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Pengaturan cookies anda
Pengaturan cookies ketatSelalu aktif
Madu Pelampiasan
UMUR UNTUK MEMBACA 18+
Langit Sagara
Romance
ABSTRAK
"Jangan harap ada cinta, Senja. Kamu di sini hanya untuk membayar tiap tetes air mata dan harga diriku yang diinjak-injak kakakmu!"Dua tahun Danu Aryawangsa mengabdi bak b***k pada Melani, istri modelnya yang obsesif. Ia rela menjadi suami tanpa hak, dilarang menyentuh istrinya sendiri demi menjaga kesempurnaan tubuh sang model. Namun, pengabdian itu dibalas pengkhianatan. Melani menceraikannya dan menyodorkan adik tirinya, Senja, sebagai pengganti di ranjang Danu.Bagi Danu, Senja bukan istri, melainkan alat. Senja adalah Madu Pelampiasan, tempat ia membuang segala dendam dan hinaan untuk membalas Melani. Senja yang malang hanya bisa diam, menerima setiap sentuhan dingin yang menyayat hati dalam pernikahan yang terasa seperti neraka.Namun, saat kelembutan Senja mulai meruntuhkan tembok kebencian Danu, Melani kembali. Dengan karir yang hancur, ia menuntut kembali tahtanya sebagai Nyonya Aryawangsa.Kini Danu terjepit. Harus memilih Melani, wanita yang pernah ia puja namun menghancurkannya? Atau mempertahankan Senja, 'sampah' yang ternyata adalah satu-satunya penyembuh lukanya?