Pembaca tercinta, kami akan menggunakan izin cookie yang sesuai untuk memastikan situs web kami beroperasi dengan normal agar dapat memberi konten khusus yang lebih cocok untuk Anda dan juga memastikan Anda mendapatkan pengalaman membaca terbaik. Jika ada yang sesuai, Anda dapat mengubah izin Anda pada entri pengaturan Cookie di bawah ini.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Tambahkan Innovel ke halaman utama untuk menikmati novel terbaik.
Pembaca tercinta, kami akan menggunakan izin cookie yang sesuai untuk memastikan situs web kami beroperasi dengan normal agar dapat memberi konten khusus yang lebih cocok untuk Anda dan juga memastikan Anda mendapatkan pengalaman membaca terbaik. Jika ada yang sesuai, Anda dapat mengubah izin Anda pada entri pengaturan Cookie di bawah ini.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Pengaturan cookies anda
Pengaturan cookies ketatSelalu aktif
The Zenith of Laziness
UMUR UNTUK MEMBACA 16+
Gelibang Awe
Fantasy
ABSTRAK
Di Kerajaan Flore, bakat sihir adalah segalanya. Namun, bagi Maru Zenith, bakat hanyalah sekumpulan data yang bisa diingat dan diulang.Sebagai pewaris terakhir dari keluarga bangsawan "Debu" yang jatuh miskin, Maru tidak memiliki ambisi untuk membangkitkan kejayaan keluarganya. Dia hanya memiliki satu tujuan hidup: Lulus dari Academy Fairy Tail sebagai siswa peringkat terbawah dan menikmati hidup tenang sebagai rakyat jelata.Namun, Maru menyembunyikan sesuatu yang tidak diketahui dunia. Dia memiliki Hyperthymesia—sebuah kondisi di mana otaknya merekam setiap momen, setiap buku, dan setiap aliran mana yang pernah ia lihat seumur hidupnya dengan detail yang sempurna.Bagi orang lain, mantra tingkat tinggi membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dikuasai. Bagi Maru? Dia hanya perlu melihatnya sekali, merekonstruksi aliran mananya dalam pikiran, dan menirunya secara sempurna tanpa cela sedikit pun.Sayangnya, kemampuan Overpowered ini justru digunakan Maru untuk hal-hal sepele:Meniru teknik pedang legendaris hanya untuk memotong buah dengan rapi.Mengcopy sihir tingkat tinggi demi mendinginkan ruang tidurnya agar lebih nyenyak.Menganalisis kelemahan musuh agar dia bisa menyelesaikan konflik dalam satu gerakan dan segera kembali tidur.Meski ia selalu berusaha menghindar dan bersikap seperti pemuda ampas yang tak berguna, setiap kejadian besar di akademi selalu menyeretnya. Dan yang paling aneh bagi semua orang... konflik selalu selesai secara misterius tepat setelah si pemuda malas itu lewat."Kenapa aku harus bekerja keras kalau aku bisa mengingat cara orang lain bekerja keras dan menirunya?"Selamat datang di kisah Maru Zenith, sang jenius yang terlalu malas untuk menjadi pahlawan, namun terlalu berbahaya untuk dipandang sebelah mata.