Pembaca tercinta, kami akan menggunakan izin cookie yang sesuai untuk memastikan situs web kami beroperasi dengan normal agar dapat memberi konten khusus yang lebih cocok untuk Anda dan juga memastikan Anda mendapatkan pengalaman membaca terbaik. Jika ada yang sesuai, Anda dapat mengubah izin Anda pada entri pengaturan Cookie di bawah ini.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Tambahkan Innovel ke halaman utama untuk menikmati novel terbaik.
Pembaca tercinta, kami akan menggunakan izin cookie yang sesuai untuk memastikan situs web kami beroperasi dengan normal agar dapat memberi konten khusus yang lebih cocok untuk Anda dan juga memastikan Anda mendapatkan pengalaman membaca terbaik. Jika ada yang sesuai, Anda dapat mengubah izin Anda pada entri pengaturan Cookie di bawah ini.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Pengaturan cookies anda
Pengaturan cookies ketatSelalu aktif
Terikat dalam Dosa Cinta
UMUR UNTUK MEMBACA 18+
anthophile8a
Romance
ABSTRAK
Seorang gadis aristokrat, Thalia Cerynth Lioraen, dipaksa menerima pernikahan yang diyakini dapat menyelamatkan kehormatan keluarga bangsawannya. Namun ketika ia menjadi istri Alaric Mournveil, vampir terakhir dari garis kuno yang ditakuti, Thalia sadar bahwa ikatan itu bukan sekadar politik melainkan ritual terkutuk yang mengikat jiwanya pada insting haus darah dan obsesi kelam sang vampir.
Di balik istana malam yang megah namun membusuk oleh rahasia, Thalia berjuang mempertahankan kewarasannya. Setiap langkahnya dituntun oleh janji kebebasan yang terasa semakin seperti ilusi, sementara Alaric perlahan menjeratnya dalam dunia tanpa cahaya, tanpa jalan pulang.
Ketika batas antara cinta, kebencian, dan penghancuran diri mulai mengabur, Thalia harus memilih antara melawan nasib yang telah ditentukan atau tenggelam sepenuhnya dalam keabadian bersama makhluk yang menghancurkan hidupnya dan diam-diam memuja jiwanya.
“Kau tak harus mencintaiku, Thalia. Cukup bertahan. Sisanya akan kulakukan untukmu.”
“Jika ini yang kau sebut keabadian, mengapa rasanya seperti mati berkali-kali dalam pelukanmu?”