Pembaca tercinta, kami akan menggunakan izin cookie yang sesuai untuk memastikan situs web kami beroperasi dengan normal agar dapat memberi konten khusus yang lebih cocok untuk Anda dan juga memastikan Anda mendapatkan pengalaman membaca terbaik. Jika ada yang sesuai, Anda dapat mengubah izin Anda pada entri pengaturan Cookie di bawah ini.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Tambahkan Innovel ke halaman utama untuk menikmati novel terbaik.
Pembaca tercinta, kami akan menggunakan izin cookie yang sesuai untuk memastikan situs web kami beroperasi dengan normal agar dapat memberi konten khusus yang lebih cocok untuk Anda dan juga memastikan Anda mendapatkan pengalaman membaca terbaik. Jika ada yang sesuai, Anda dapat mengubah izin Anda pada entri pengaturan Cookie di bawah ini.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Pengaturan cookies anda
Pengaturan cookies ketatSelalu aktif
No Rival
UMUR UNTUK MEMBACA 18+
jimmy_09
Romance
ABSTRAK
Tahun 2099, di bawah langit neon Neo-Guangzhou, kejeniusan bukan lagi pilihan, melainkan syarat untuk bertahan hidup. Li Chen, yang dijuluki sebagai The Maestro, adalah penguasa mutlak di Neo-Guangzhou Academy of Technocracy. Baginya, hidup adalah sebuah partitur musik yang harus dimainkan dengan presisi sempurna. Tidak ada kesalahan, tidak ada emosi yang sia-sia, dan yang terpenting—tidak ada rival.Kehidupan Chen tampak sempurna dengan prestasi yang tak terkejar dan kehadiran Meilin, kekasihnya yang merupakan primadona balerina hologram. Namun, simfoni hidup Chen mulai mengalami distorsi saat Yan Xiaoguang muncul.Xiaoguang adalah antitesis dari semua yang dipercayai Chen. Ia berantakan, impulsif, dan memiliki bakat mentah yang mampu meruntuhkan d******i Chen dalam sekejap. Di balik persaingan sengit memperebutkan posisi puncak di kampus, tumbuh sebuah dinamika bromance yang berbahaya—sebuah ketegangan antara keinginan untuk saling menghancurkan atau saling memiliki.Saat turnamen teknologi terbesar di China menuntut mereka untuk bekerja sama, Chen terjebak di antara tiga dunia: ambisinya yang dingin, kesetiaannya pada Meilin, dan debar jantung yang tak wajar setiap kali Xiaoguang mengacaukan ritmenya. Di panggung masa depan yang kejam ini, Chen harus menyadari bahwa menjadi yang terbaik berarti tidak memiliki siapa pun di sisinya... ataukah ia bersedia berbagi panggung dengan satu-satunya orang yang ia anggap setara?