Pembaca tercinta, kami akan menggunakan izin cookie yang sesuai untuk memastikan situs web kami beroperasi dengan normal agar dapat memberi konten khusus yang lebih cocok untuk Anda dan juga memastikan Anda mendapatkan pengalaman membaca terbaik. Jika ada yang sesuai, Anda dapat mengubah izin Anda pada entri pengaturan Cookie di bawah ini.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Tambahkan Innovel ke halaman utama untuk menikmati novel terbaik.
Pembaca tercinta, kami akan menggunakan izin cookie yang sesuai untuk memastikan situs web kami beroperasi dengan normal agar dapat memberi konten khusus yang lebih cocok untuk Anda dan juga memastikan Anda mendapatkan pengalaman membaca terbaik. Jika ada yang sesuai, Anda dapat mengubah izin Anda pada entri pengaturan Cookie di bawah ini.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Pengaturan cookies anda
Pengaturan cookies ketatSelalu aktif
Vonis yang Dikhianati
UMUR UNTUK MEMBACA 18+
azisains
others
ABSTRAK
Sebagai Jaksa Penuntut Umum Muda yang idealis, Anindya Pradipta (29) mengira ia telah menegakkan keadilan saat memenangkan kasus pembunuhan berantai terbesar lima tahun lalu. Namun, sebuah berkas berstatus Red Notice di kejaksaan membongkar fakta mengerikan: vonis bersejarah itu dipalsukan oleh atasannya sendiri, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Hendra Soerjo.
Sebelum Anindya sempat melangkah, Julian Arkan (34)—pengacara pembela dingin dan taktis yang dulu ia kalahkan dalam kasus tersebut—muncul menjebaknya. Memegang bukti pemalsuan yang bisa menghancurkan reputasi dan nyawa Anindya, Julian mengajukan satu tawaran berbahaya: menjadi informan rahasianya di dalam tubuh kejaksaan, atau hancur bersama kebohongan itu.
Terjebak di antara cengkeraman Konsortium "Omnia Ledger" yang menguasai institusi hukum dan ancaman Julian yang mematikan, Anindya terpaksa menjalani alian rahasia di balik pintu tertutup. Namun, semakin dalam mereka membongkar konspirasi peradilan di Jakarta, batas antara sandera, lawan, dan rasa cinta yang berbahaya mulai kabur.
Di dalam ruang sidang mereka berhadapan sebagai musuh; di luar peradilan, mereka bersatu melawan seluruh sistem yang korup.