Pembaca tercinta, kami akan menggunakan izin cookie yang sesuai untuk memastikan situs web kami beroperasi dengan normal agar dapat memberi konten khusus yang lebih cocok untuk Anda dan juga memastikan Anda mendapatkan pengalaman membaca terbaik. Jika ada yang sesuai, Anda dapat mengubah izin Anda pada entri pengaturan Cookie di bawah ini.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Tambahkan Innovel ke halaman utama untuk menikmati novel terbaik.
Pembaca tercinta, kami akan menggunakan izin cookie yang sesuai untuk memastikan situs web kami beroperasi dengan normal agar dapat memberi konten khusus yang lebih cocok untuk Anda dan juga memastikan Anda mendapatkan pengalaman membaca terbaik. Jika ada yang sesuai, Anda dapat mengubah izin Anda pada entri pengaturan Cookie di bawah ini.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Pengaturan cookies anda
Pengaturan cookies ketatSelalu aktif
BRAVE HEART (Indonesia)
UMUR UNTUK MEMBACA 16+
Suzy Wiryanty
Romance
ABSTRAK
Cerita ini adalah sequel dari Gerhana.
Seruni Arkadewi, merasa dunianya runtuh satu persatu saat sebuah kecelakaan merenggut kesempurnaan indrawinya. Kakinya yang sebelumnya kuat dan lincah, kini menjadi timpang sebelah. Dan ternyata kemalangannya bukan hanya itu saja. Dimulai dari kekasihnya yang membelot dan menikahi sahabat baiknya, hingga desakan ayah tirinya yang ingin menikahkannya dengan seorang bandot tua karena harta. Muak dengan stigma bahwa takdir seorang wanita adalah di dapur, di sumur dan di kasur, Seruni minggat dari desanya. Ia ingin membuktikan bahwa seorang wanita, siapapun dia bisa berdiri di atas kakinya sendiri kalau ia mau berusaha.
Sementara itu, Antonio Brata Kesuma yang dijuluki anak sultan karena kekayaan klan Brata Kesuma, paling tidak bisa mentolerir segala ketidaksempurnaan. Baginya semua yang c***t, tidak akan masuk hitungan. Baik itu berupa barang, ataupun orang.
"Saya tidak minta dikasihani. Yang saya pinta hanya satu. Jangan menjadikan ketidaksempurnaan saya sebagai alasan untuk menjegal semua impian-impian saya. Saya memang c***t, tapi saya tidak bodoh. Saya mohon, izinkan saya berjuang."
-Seruni Arkadewi-
"Kamu itu selemah-lemahnya manusia. Sudah c***t, perempuan lagi. Sudahlah, terima takdirmu dan diam saja di rumah. Jangan mempersulit diri sendiri. Dunia ini keras. Ketahuilah, tekad tanpa amunisi, itu artinya bunuh diri.
-Antonio Brata Kesuma-