Pembaca tercinta, kami akan menggunakan izin cookie yang sesuai untuk memastikan situs web kami beroperasi dengan normal agar dapat memberi konten khusus yang lebih cocok untuk Anda dan juga memastikan Anda mendapatkan pengalaman membaca terbaik. Jika ada yang sesuai, Anda dapat mengubah izin Anda pada entri pengaturan Cookie di bawah ini.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Tambahkan Innovel ke halaman utama untuk menikmati novel terbaik.
Pembaca tercinta, kami akan menggunakan izin cookie yang sesuai untuk memastikan situs web kami beroperasi dengan normal agar dapat memberi konten khusus yang lebih cocok untuk Anda dan juga memastikan Anda mendapatkan pengalaman membaca terbaik. Jika ada yang sesuai, Anda dapat mengubah izin Anda pada entri pengaturan Cookie di bawah ini.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Pengaturan cookies anda
Pengaturan cookies ketatSelalu aktif
Menjemput pelangi di langit senja
UMUR UNTUK MEMBACA 18+
Raja aisah maharani
Fanfiction
ABSTRAK
Kehilangan Ayah dan Ibu di saat aku dan adik-adik masih sangat membutuhkan mereka ternyata sesakit ini. Di saat aku masih butuh pelukan, bimbingan, dan pelajaran tentang dunia, mereka justru pergi. Meninggalkan aku dengan segudang ketidaktahuan. Meninggalkan aku di saat aku masih ingin belajar banyak hal dari mereka.
Namun, satu hal yang kupahami: tidak ada kehilangan yang disengaja. Kehilangan inilah yang akan membentuk kami menjadi pribadi yang jauh lebih kuat dan tangguh.
Ini bukan sekadar cerita tentang rasa kehilangan yang menyesakkan, tapi tentang perjuangan. Perjuangan untuk tetap bertahan hidup sampai kami bisa melihat pelangi kebahagiaan itu datang. Kepergian mereka memang luka, tapi pesan Ayah selalu terngiang:
"Sejauh apa pun kami pergi, kami tetap ada di dekat kalian. Mengawasi dan melihat pertumbuhan kalian. Jadi, kalau kalian merasa sendiri, percayalah... kami sebenarnya tidak pergi. Kami di sini, melihat dengan senyuman setiap kali kalian berhasil melewati masalah bersama."
Ayah juga berpesan padaku, sebagai anak sulung yang kini menjadi "nakhoda" bagi kelima adikku: "Akur-akur ya kalian. Seberapa pun sulitnya hidup kita, jangan pernah meminta-minta. Berusahalah, karena Ayah yakin kamu bisa."