Pembaca tercinta, kami akan menggunakan izin cookie yang sesuai untuk memastikan situs web kami beroperasi dengan normal agar dapat memberi konten khusus yang lebih cocok untuk Anda dan juga memastikan Anda mendapatkan pengalaman membaca terbaik. Jika ada yang sesuai, Anda dapat mengubah izin Anda pada entri pengaturan Cookie di bawah ini.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Tambahkan Innovel ke halaman utama untuk menikmati novel terbaik.
Pembaca tercinta, kami akan menggunakan izin cookie yang sesuai untuk memastikan situs web kami beroperasi dengan normal agar dapat memberi konten khusus yang lebih cocok untuk Anda dan juga memastikan Anda mendapatkan pengalaman membaca terbaik. Jika ada yang sesuai, Anda dapat mengubah izin Anda pada entri pengaturan Cookie di bawah ini.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Pengaturan cookies anda
Pengaturan cookies ketatSelalu aktif
Mendadak Jadi Istri Gus Abidzar (MJIGA)a
UMUR UNTUK MEMBACA 18+
Delvianti Tahyudin
Romance
ABSTRAK
Zahira benar-benar terkejut saat sang sahabat yang sudah menganggap dirinya sebagai saudara memintanya menjadi calon wanita dari Gus Abidzar.H-2 pernikahan, Ning Hamida mengalami kecelakaan. Dalam kondisi yang begitu mendesak Zahira harus menerima permintaan dari sahabatnya itu."Zahira, tolong aku," bisik Hamida dengan napas tersengal.Zahira mendekatkan telinganya, air mata mulai membasahi pipi. Ia mencoba menenangkan sahabatnya itu, namun tangan Hamida terlalu lemah. "Menikahlah dengan Gus Abidzar!! Hanya kamu yang bisa lakukan ini, Ra. Aku mohon," lanjut Hamida sebelum matanya terpejam perlahan.Zahira tersentak, dunianya seolah runtuh seketika. Kyai Basyir mendesah panjang, suara itu seolah menghapus sisa keberanian di d**a Zahira. "Zahira, ini wasiat terakhir putriku, Ning Hamida. Sahabat sekaligus Kakak bagimu" ucapnya, suara serak itu membelah kesunyian. "Hamida sangat mencintaimu seperti adik kandungnya sendiri. Apakah kamu bersedia menjaga kehormatan keluarga ini Zahira?"Zahira menarik napas panjang, udara rumah sakit yang dingin terasa perih di rongga dadanya. Ia teringat masa-masa sulit ketika dirinya bersembunyi dari orang-orang yang berusaha mencelakai dirinya dan Kyai Basyirlah yang menampungnya tanpa syarat. Rasa berhutang budi itu kini berubah menjadi belenggu yang tidak bisa ia lepaskan. "Saya ikhlas, Kiai,"