Pembaca tercinta, kami akan menggunakan izin cookie yang sesuai untuk memastikan situs web kami beroperasi dengan normal agar dapat memberi konten khusus yang lebih cocok untuk Anda dan juga memastikan Anda mendapatkan pengalaman membaca terbaik. Jika ada yang sesuai, Anda dapat mengubah izin Anda pada entri pengaturan Cookie di bawah ini.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Tambahkan Innovel ke halaman utama untuk menikmati novel terbaik.
Pembaca tercinta, kami akan menggunakan izin cookie yang sesuai untuk memastikan situs web kami beroperasi dengan normal agar dapat memberi konten khusus yang lebih cocok untuk Anda dan juga memastikan Anda mendapatkan pengalaman membaca terbaik. Jika ada yang sesuai, Anda dapat mengubah izin Anda pada entri pengaturan Cookie di bawah ini.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Pengaturan cookies anda
Pengaturan cookies ketatSelalu aktif
Avine Kesayangan Bos Menyebalkan
UMUR UNTUK MEMBACA 18+
Snovita_91
Romance
ABSTRAK
Cavine Marissa pernah mencintai seseorang dengan bodohnya. Namanya Rendy — mantan pacar yang ninggalin dia pas lagi sayang-sayangnya.
Sejak itu Cavine berubah jadi gampang marah, cuek sama cowok, dan dingin setiap kali ada laki-laki yang mencoba ingin dekat dengannya.
Hidupnya sudah cukup berantakan…sampai dia harus satu proyek sama Rendy lagi. Ketemu tiap hari. Rapat bareng. Debat bareng. Dan Cavine semakin naik darah.
Belum juga selesai dengan masalah itu, Cavine malah dihampiri oleh masalah yang lebih besar dalam hidupnya. Kemunculan Bos barunya, Adrian Wolfe. Bule dingin yang datang tiba-tiba, dengan paras yang terlalu tampan, terlalu tenang—dan entah kenapa suka banget manggil Cavine dengan sebutan “Avine” Panggilan yang cuma keluar pas Cavine lagi ngomel, lagi sensian, dan lagi marah-marah.
Setiap kali Cavine buang muka, Adrian makin tersenyum kecil.Setiap kali Cavine bentak dia, Adrian malah tambah penasaran.
Dan setiap kali Rendy muncul, Adrian semakin jelas menginginkan satu hal, “Avine… mulai sekarang, kamu cuma bisa marah sama saya. Mengerti?” Antara masa lalu yang belum selesai, pekerjaan yang bikin stres, dan bos bule yang terlalu intens.
Cavine terjebak di antara dua pria yang pernah menghancurkannya dan yang tiba-tiba ingin memperbaikinya. Apakah Cavine bisa menghadapi masalah keduanya?