Pembaca tercinta, kami akan menggunakan izin cookie yang sesuai untuk memastikan situs web kami beroperasi dengan normal agar dapat memberi konten khusus yang lebih cocok untuk Anda dan juga memastikan Anda mendapatkan pengalaman membaca terbaik. Jika ada yang sesuai, Anda dapat mengubah izin Anda pada entri pengaturan Cookie di bawah ini.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Tambahkan Innovel ke halaman utama untuk menikmati novel terbaik.
Pembaca tercinta, kami akan menggunakan izin cookie yang sesuai untuk memastikan situs web kami beroperasi dengan normal agar dapat memberi konten khusus yang lebih cocok untuk Anda dan juga memastikan Anda mendapatkan pengalaman membaca terbaik. Jika ada yang sesuai, Anda dapat mengubah izin Anda pada entri pengaturan Cookie di bawah ini.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Pengaturan cookies anda
Pengaturan cookies ketatSelalu aktif
Pelabuhan Terakhir
UMUR UNTUK MEMBACA 18+|RESMI
Bai_Nara
Romance
ABSTRAK
Cahaya Mustika atau dipanggil Caca adalah gadis yatim piatu yang tinggal bersama Liliknya (Om), adik dari mendiang sang Ayah. Sejak kecil dia merasa asing di keluarganya sendiri. Caca memiliki adik sepupu, Hasan namanya. Dua orang terasing dalam keluarga. Marwan, Om-nya Caca sekaligus Ayah Hasan lebih mementingkan keluarga barunya. Dengan Mirna, Marwan mempunyai dua orang anak bernama Ningrum dan Naufal.
Mirna dan keluarganya selalu menganaktirikan Caca dan Hasan. Bahkan untuk urusan sekolah dan kuliah keduanya mengandalkan beasiswa. Meski terlihat menderita akibat ketidakadilan Mirna. Caca dan Hasan bukanlah pribadi lemah. Mereka berdua selama ini diam karena menenggang perasaan eyang putrinya. Ketika sang eyang meninggal, kedua bersaudara itu memutuskan mengejar mimpi masing-masing. Hasan mengejar mimpinya dan kuliah di Malaysia. Sedangkan Caca menjalankan wasiat sang ibu untuk mondok di pesantren Al-Hikam milik sahabat sang ibu, Aisyah.
Ketika sampai di gerbang pondok Al-Hikam, Caca berjumpa dengan anak sulung dari Abah Ilyas dan Umi Aisyah. Pertemuan yang menimbulkan getar-getar di hati keduanya. Lelaki itu bernama Azzam. Baik Azzam dan Caca sama-sama memiliki sifat keras kepala dan tak mau mengalah. Sehingga sering kali mereka terlibat adu pendapat. Meski begitu, keduanya sadar, ada rasa berbeda yang mereka rasakan di hati masing-masing. Apalagi ketika jarak memisahkan keduanya saat Azzam memutuskan kuliah S3 di Australia.
Pertemuan setelah tiga tahun berjarak membuat perasaan keduanya semakin jelas. Cinta. Itu yang keduanya rasakan. Namun, perjalanan cinta keduanya tidak mulus karena beberapa kendala, diantaranya status sosial dan adanya wanita lain yang menyukai Azzam.
Asyifa dan Zulaikha. Dua wanita yang bergelar putri kyai tapi tidak mencerminkan sikap santun layaknya putri kyai. Mereka selalu berusaha memisahkan Azzam dan Caca.
Namun, kekuatan cinta Azzam dan Caca terlalu kuat untuk dipisahkan. Pun adanya restu Abah Ilyas dan Umi Aisyah yang mempermudah jalan keduanya hingga bersatu ke pelaminan.
Pernikahan keduanya menghasilkan tiga anak kembar laki-laki yaitu Abrisam, Aidan dan Azada.