Pembaca tercinta, kami akan menggunakan izin cookie yang sesuai untuk memastikan situs web kami beroperasi dengan normal agar dapat memberi konten khusus yang lebih cocok untuk Anda dan juga memastikan Anda mendapatkan pengalaman membaca terbaik. Jika ada yang sesuai, Anda dapat mengubah izin Anda pada entri pengaturan Cookie di bawah ini.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Tambahkan Innovel ke halaman utama untuk menikmati novel terbaik.
Pembaca tercinta, kami akan menggunakan izin cookie yang sesuai untuk memastikan situs web kami beroperasi dengan normal agar dapat memberi konten khusus yang lebih cocok untuk Anda dan juga memastikan Anda mendapatkan pengalaman membaca terbaik. Jika ada yang sesuai, Anda dapat mengubah izin Anda pada entri pengaturan Cookie di bawah ini.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Pengaturan cookies anda
Pengaturan cookies ketatSelalu aktif
Di Rumah Suamiku, Aku Hanya Tamu
UMUR UNTUK MEMBACA 18+
Safiranurchasyatili
Romance
ABSTRAK
Menikah dengan laki-laki yang kita cintai seharusnya menjadi awal kebahagiaan. Begitulah yang Nadira pikir ketika dia memutuskan menerima lamaran Arga, pria yang telah menemaninya melewati banyak hal.Namun kebahagiaan itu tidak benar-benar dimulai.Sejak pertama kali menginjakkan kaki di rumah keluarga suaminya, Nadira merasakan sesuatu yang tidak biasa. Senyum yang terlihat ramah ternyata menyimpan penolakan, dan tatapan hangat berubah menjadi dingin. Ibu mertua Arga tidak pernah benar-benar menerima Nadira sebagai bagian dari keluarga.Setiap hal yang Nadira lakukan selalu salah di mata sang mertua. Masakan yang Nadira buat dianggap tidak enak, caranya berpakaian dikritik, bahkan keberadaannya di rumah itu terasa seperti beban.Perlahan Nadira menyadari satu hal yang menyakitkan.Di rumah yang seharusnya menjadi tempatnya pulang, Nadira justru merasa seperti orang asing.Seperti tamu yang kehadirannya tidak pernah benar-benar diinginkan.Di antara cinta kepada suaminya dan luka yang terus Nadira terima dari ibu mertua, Nadira harus memutuskan:bertahan demi pernikahannya, atau pergi demi menjaga harga dirinya.Karena terkadang, rumah yang paling menyakitkan adalah rumah yang seharusnya menjadi tempat kita dicintai.