Pembaca tercinta, kami akan menggunakan izin cookie yang sesuai untuk memastikan situs web kami beroperasi dengan normal agar dapat memberi konten khusus yang lebih cocok untuk Anda dan juga memastikan Anda mendapatkan pengalaman membaca terbaik. Jika ada yang sesuai, Anda dapat mengubah izin Anda pada entri pengaturan Cookie di bawah ini.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Tambahkan Innovel ke halaman utama untuk menikmati novel terbaik.
Pembaca tercinta, kami akan menggunakan izin cookie yang sesuai untuk memastikan situs web kami beroperasi dengan normal agar dapat memberi konten khusus yang lebih cocok untuk Anda dan juga memastikan Anda mendapatkan pengalaman membaca terbaik. Jika ada yang sesuai, Anda dapat mengubah izin Anda pada entri pengaturan Cookie di bawah ini.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Pengaturan cookies anda
Pengaturan cookies ketatSelalu aktif
Aku Menikah Dengan Lelaki Yang Membunuhku Perlahan
UMUR UNTUK MEMBACA 18+
Mrs.Tigabelas
Romance
ABSTRAK
Hana pernah percaya bahwa rumah adalah tempat paling aman untuk pulang.
Tempat cinta tumbuh dan lelah beristirahat.
Tapi tidak semua rumah diciptakan untuk melindungi.
Ada rumah yang menyimpan ketakutan.
Ada suami yang dipuja semua orang… namun berubah menjadi mimpi buruk ketika pintu tertutup.
Hana tidak pernah ditampar.
Tidak pernah dipukul.
Tidak pernah dikurung.
Namun setiap malam, ia merasa seperti sedang dibunuh perlahan.
Di luar sana, Raka adalah lelaki sempurna, suami lembut dengan senyum hangat dan kata-kata manis.
Tak ada yang tahu bahwa setelah pintu tertutup, suaranya berubah menjadi dingin, tatapannya menjadi pisau, dan kalimat-kalimatnya perlahan meruntuhkan harga diri Hana… sedikit demi sedikit.
Yang paling menyakitkan bukan saat ia dihina.
Bukan saat ia disalahkan.
Melainkan saat putrinya yang masih kecil mulai hafal suara marah ayahnya,
dan belajar takut sebelum sempat belajar bahagia.
Hana bertahan.
Untuk anaknya.
Untuk rumah tangga yang katanya harus dijaga.
Untuk nama baik lelaki yang justru menjadi sumber lukanya.
Tapi sampai kapan seseorang bisa hidup
di dalam rumah yang membuatnya merasa asing?
Sampai kapan seorang istri harus kuat
jika setiap hari jiwanya retak tanpa suara?
Karena terkadang, pembunuhan paling kejam
bukanlah yang membuat tubuh berdarah—
melainkan yang membuat hati mati perlahan…
tanpa pernah ada yang menyadari.
Dan yang lebih menyakitkan lagi…
adalah ketika si pembunuh itu
adalah lelaki yang dulu kau sebut sebagai RUMAH.