Pembaca tercinta, kami akan menggunakan izin cookie yang sesuai untuk memastikan situs web kami beroperasi dengan normal agar dapat memberi konten khusus yang lebih cocok untuk Anda dan juga memastikan Anda mendapatkan pengalaman membaca terbaik. Jika ada yang sesuai, Anda dapat mengubah izin Anda pada entri pengaturan Cookie di bawah ini.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Tambahkan Innovel ke halaman utama untuk menikmati novel terbaik.
Pembaca tercinta, kami akan menggunakan izin cookie yang sesuai untuk memastikan situs web kami beroperasi dengan normal agar dapat memberi konten khusus yang lebih cocok untuk Anda dan juga memastikan Anda mendapatkan pengalaman membaca terbaik. Jika ada yang sesuai, Anda dapat mengubah izin Anda pada entri pengaturan Cookie di bawah ini.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
Pengaturan cookies anda
Pengaturan cookies ketatSelalu aktif
Diceraikan Saat Mengandung, Kini Aku Jadi Miliarder
UMUR UNTUK MEMBACA 16+
Kek Mobilelegends
Romance
ABSTRAK
Tanda tangani surat cerai ini dan pergi dari rumahku! Bawa anak haram di kandunganmu itu!"
Hanya karena fitnah kejam dari ibu mertua dan kehadiran mantan kekasih suaminya, Shena diusir malam itu juga dalam keadaan hamil muda di tengah hujan deras. Rendra, suami yang sangat dicintainya, bahkan tega merobek hasil tes laboratorium dan menolak mengakui janin di rahimnya. Bagi keluarga Aditama, Shena dan bayinya telah mati malam itu.
Lima tahun berlalu. Rendra yang perusahaannya berada di ambang kebangkrutan terpaksa mengemis investasi pada raksasa korporat baru asal London. Namun, jantung Rendra serasa berhenti berdetak saat melihat siapa pemilik perusahaan itu.
Wanita anggun, dingin, dan berkuasa yang turun dari mobil mewah itu adalah Shena—mantan istri yang dulu dia buang seperti sampah. Di sampingnya, berdiri seorang anak laki-laki genius yang wajahnya sangat mirip dengan Rendra.
"Lama tidak bertemu, Mantan Suamiku. Butuh modal?" bisik Shena dengan senyum meremehkan.